Site news

 
 
Picture of Kgs. Aidil Firmansyah
Wakili Bangsa di Negri Matahari terbit
by Kgs. Aidil Firmansyah - Saturday, 12 December 2015, 11:03 AM
 

Sebuah perjalanannya yang baru untuk APSA (Al Azhar Palembang Scout Association), di mana pramuka yang belum genap satu tahun berdiri ini mewakili Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia dalam ajang International. Ajang ini bukanlah ajang  Internasioanl pertama untuk SIAP (Sekolah Islam Al Azhar Palembang), kebanggaan tersendiri membawa kembali nama Indonesia ke ajang International. 23rd World Scout Jamboree, Japan merupakan acara empat tahunan yang diadakan oleh World Scout Organization Movement kali ini diadakan                      di Kira-rahama, Yamaguchi, Jepang. 165 negara menghadiri pesta pramuka         se-dunia tersebut dengan total  45.000 orang peserta. Indonesia yang merupakan peringkat pertama anggota pandu terbanyak di dunia kali ini mengirimkan 465 orang utusan yang terdiri dari participant, leader, dan contingent manangement team. Dari sabang sampai merauke, datang mengikuti kegiatan tersebut demi mengaharumkan nama bangsa.

 

Perjalanan kami dimulai pada tanggal 23 Juli 2015, hari itu kami berangkat            ke Jakarta untuk mengikuti proses pemantangan Kontingen Garuda untuk Jambore Dunia. Sebelum kami berangkat, kami di lepas oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Sumatera Selatan, sebanyak 14 orang dari SMP Islam Al Azhar 33 Palembang mengikuti kegiatan tersebut. Setelah pelepasan tim Pramuka SMP Islam Al Azhar 33 Palembang berangkat ke Jakarta. Sesampainya di sana kami disambut oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Dr. Adhiyaksa Dault, yang merupakan salah satu alumni terbaik Al Azhar. Kami bertemu pramuka dari Sabang sampai Merauke, dari Aceh sampai Papua berkumpul untuk pematangan kontingen dalam keikutsertaan Indonesia dalam Jambore Dunia di Jepang. Pematangan Kontingen dilaksmuridan dalam 3 hari, tapi karena jadwal keberangkatan yang berbeda Kontingen Al Azhar Palembang berangkat tanggal 25 Juli 2015. Begitu banyak pengalaman dan ilmu yang didapatkan selama pematangan di Jakarta, mengenal teman-teman seluruh Indonesia. Al Azhar Palembang kali ini berkesempatan satu pasukan dengan Kwarda DKI Jakarta, Banten, Kalimantan Timur, dan Daerah Istimewah Yogyakarta.

 

Perjalanan kami tempuh kurang lebih 8 Jam dari Jakarta ke Osaka. Setiba disana kami disambut dengan terik matahari musim panas Jepang. Setelah itu kami langsung ke hotel untuk istirahat sejenak  sebelum tanggal 28 Agustus 2015 masuk ke Bumi Perkemahan Kira-rahma, Yamaguchi. Perjalanan ke hotel kami tempuh menggunakan kereta cepat atau dikenal dengan Shinkansen 新幹線, jarak hotel dan bandara di tempuh  selama satu jam. Setelah sampai malam nya kami pergi ke Kobe, kami sangat tertarik dengan Masjid Kobe. Masjid ini merupakan masjid tertua di Jepang. Masjid ini adalah satu-satunya gedung yang masih berdiri kokoh ketika gempa bumi yang menghancurkan Jepang tahun 2011. Subhanallah, begitu besar kuasa Allah. Menulusuri kota dimana Islam sebagai agama minoritas merupakan pengalaman baru bagi murid-murid SMP Islam Al Azhar 33 Palembang.

 

Singkat cerita tanggal 28 Juli 2015, hari yang sangat kami tunggu tiba.               Pagi-pagi kami dijemput untuk ke Kira-rahama, Yamaguchi. Kali ini kami menggunakan Bus untuk ke tempat lokasi kemah. Sesampainya di lokasi perkemahan, kami langsung disambut oleh teman-teman Pandu seluruh dunia dengan sapaan Scout Salute. Setelah sampai Camp langsung re-register. Kesempatan kali ini kami mendapatkan area kemah di Daisetsu dengan jarak dari welcoming centre ke Daisetsu berkisar 2 km. Setelah tiba di lokasi kapling tenda, kami langsung mendirikan tenda yang akan kami huni selama 14 hari ke depan.

 

Di hari pertama kami tanggal 29 Agustus 2015, 50 derajat celcius itulah suhu pada hari itu. Tepat di musim panas kami mengikuti kegiatan Jambore Dunia. Panasnya Matahari tak membuat semangat kami tetap mengikuti kegiatan demi kegiatan.   Hari pertama kami lalui dengan persiapan mengikuti Opening Ceremony.             165 Negara dengan jumlah peserta 45.000 orang yang mengikuti kegiatan tersebut. Kami berkumpul di Arena area untuk mengikuti Opening ceremony. Suasana gegap gempita kami rasakan ketika Bendera Indonesia, Sang Merah-Putih berkibar di kanca International. Ke esokan harinya kami mengikuti kegiatan Nature Activities. Pengalaman baru kami rasakan Hiking dan mendaki bukit Mt. Fujio dengan jarak tempuh kurang lebih 16 Km dari area perkemahan. Semangat kami mengembara bersama dengan teman-teman dari negara lain. Ganbatte!

 

Pada hari Minggu sore tanggal 2 Agustus 2015 kami berkumpul di Arena untuk menyambut putra mahkota Jepang yang menengok keadaan Jamborenya.        Mirip seperti upacara pembukaan kami berbaris ke sana dalam gegap gempita. Kesokan harinya kami mengikuti Global Development Village. Senin tanggal 3 Agustus. Di sini para penggalang diajak untuk ikut serta melihat, menyimak, mempelajari, memikirkan dan mencari pemecahan atas masalah yang melanda kita di dunia global ini. Ada banyak yang dilakukan di stand-stand modul ini, antara lain tentang Lingkungan dan Pelestariannya, Hak Azasi Manusia, Kemiskinan, Perdamaian, dan Kesehatan. Judul-judul kegiatan yang diikuti oleh regu yang kami dampingi antara lain Leave no trace, Trade Game, Free being me dan Election. Mereka diajak untuk selalu menjaga kebersihan, berlaku jujur dalam berhubungan dengan orang lain, berani untuk menentukan posisi diri dan bagaimana berdemokrasi. Dimalam hari nya kami mengikuti Evening show, kami menampilkan sebuah tari kreasi daerah dari Sumatera Selatan yang berjudul Tari Pangeran Bagus Kuning. Kami di sambut oleh teman-teman seluruh dunia dengan riang. Kami menunjukan bahwa Indonesia yang kaya akan budaya. 

Tanggal 4 Agustus kami pergi ke Hiroshima untuk mengunjungi Hiroshima Peace Memorial Park. Setelah melihat-lihat, merenungkan dan membayangkan akibat perang dan pemboman di Hiroshima Peace Memorial Museum kami menuju Hiroshima International Conference Center untuk mengikuti acara Public Reading. Di sini dibacakan kenangan murid-murid yang seumur dengan para peserta Jamboree tentang perang dan pemboman. Setelah itu wakil dari peserta boleh membacakan pesan-pesan perdamaiannya untuk murid di seluruh dunia.              Ada 2 murid dari Garuda IV yang ingin menyampaikan pesan-pesan perdamaiannya di dalam acara ini Dalam kesempatan ini para penggalang diajak ke Hiroshima Peace Memorial Museum dan kemudian ke Hiroshima Peace Memorial Park melihat Tugu Peringatan Kurban

Pengeboman, Monumen Perdamaian murid-murid, Lonceng Perdamaian dan Reruntuhan Balai Kota yang dahulu kena bom yang masih dilestarikan agar orang tahu betapa mengerikan akibat perang itu. Para penggalang pasukan Garuda IV penuh semangat mengikut semua acara dan secara serius melihat seluruh hal-hal yang dipamerkan. Ada 2 murid yang mau menyampaikan pesan-pesan perdamaiannya di dalam acara Public Reading di Hiroshima International Conference Center Untuk memperdalam kesadaran akan perlunya hidup bersama dengan orang lain dalam keadaan damai, para peserta Jamboree Dunia di Jepang ini dibawa mengunjungi kota Hiroshima yang kena bom atom 70 tahun yang lalu. Para penggalang diajak melihat betapa mengerikan akibat perang dan pengeboman. Dengan refleksi ini diharapkan mereka lebih memahami pentingnya perdamaian dan menjadikannya sesuatu yang harus dicapai oleh siapapun di dunia ini. Mereka diharapkan dapat menjadi Messengers of Peace” dan menciptakan Wa: a Spirit of Unity

Begitu banyak pengalaman yang di lewati oleh murid-murid, mulai dari bagaimana hidup di lingkungan Internasional, hidup tertib dan disiplin di negara Matahari terbit. Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir dengan tetap sehat dan gegap gempita. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi muri-murid SMP Islam Al Azhar 33 Palembang mewakili Sumatera Selatan, Khususnya Indonesia untuk di ajang 23rd World Scout Jamboree . (Kgs. Aidil Firmansyah, Leader Unit of Scout Al Azhar Palembang)